Senin, 24 November 2014

KEMATIAN..

Pagi ini sebelum istri berangkat sekolah dia cerita kalau dia mimpi semalem, dan sontak mengagetkan apa yang dia ceritakan adalah tentang kematianku.

Dia bermimpi dirumahku dikerumuni banyak orang dan saat itu istriku pulang sekolah sehingga pulang sudah melihat kondisi rumah ramai.

Dia melihatku tertidur dan disumpal kapas di hidungku.. Ya dia bermimpi tentang kematianku.

Mendengar ceritanya itu ku sontak sedih dalam hati namun tak menyiratkan didepannya. Ku bilang kedia sembari tersenyum, "klo mimpi mati berarti umurnya panjang hehe..."

Ku berharap apa yang ku sampaikan ke istriku membuatnya lebih tenang, dalam hati ini merasa belum siap jika memang kematian itu menghampiriku dan ku harus meninggalkannya dalam keadaan belia. ya.. dia masih SMA dan baru berumur 17 tahun, meskipun ku yakin Allahlah yang akan menjaga dia jika ku meninggal tapi secara manusiawi ku tetap merasa takut meninggalkannya.

"Ya Allah, Kaulah penentu umur setiap umatMu, hamba hanya bisa memohonkan padaMu, jadikan keluarga kami keluarga yang sakinah mawadah warohmah dunia akhirat, bahagiakan hati kami lahir batin, panjangkan umur kami dan barokah, jangan pisahkan kami dalam keadaan kafir, jadikan kami keluarga didunia dan akhirat amiiiinnnnn............"

Cukup km tahu istriku, ku banyak salah padamu, tapi ku tetap dan selalu berusaha mencintaimu selamanya insyaAllah....

Senin, 10 November 2014

Demi Senyumnya..

Di siang hari yang panas, tahu2 adeku dari solo sms dan beritahu jika rabbani ada promo yakni beli baju dapat krudung gratis. Langsung saat itu tak berpikir panjang lagi, langsung ku suruh dia cek benar tidak promo itu agar dia bisa membeli baju disana.

Ya, ku berusaha melakukan apapun buatnya, buat kebahagiaan dia. Ku melakukan itu semua demi rasa respect ku ke dia. ku tahu tak semua ukuran pakaian bisa km kenakan tapi ketika ada yang dia suka dan ku sanggup membelikannya maka tak pikir panjang lagi ku membelikan untuknya.

Ibu ku sempat menghubungiku untuk tak memberikan baju kepada ade2 ku yang mahal, tapi prinsipku lain dengan ibu ku, ya ku membelikannya karena dia belum tentu bisa mengenakan baju dengan ukuran XL sekalipun namun kebetulan di rabbani ada ukuran XL yang cukup untuknya, berapapun harganya saat itu ku belikan untuknya.

Ada rasa bangga jika ku bisa memberikan penutup aurot untuknya hingga kelak suaminya yang akan memberikannya untuknya.
Sempat meneteskan air mata ketika dengan bangganya dia mengirimkan foto baju yang dia beli. mungkin saat dia memilihnya bukan karena bagus atau tidaknya model baju itu tapi cukup atau tidaknya baju itu dikenakan olehnya. ya itu yang membuatku selalu menangis ketika mengingat siapa adeku.

Cukup ku tulis semua rasa sayangku kepadanya karena ku tak sanggu menunjukkannya langsung didepannya.
Luv u my sister...